Hari ke-5 Khotbah di Bukit
Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain;
Allah akan mengasihani mereka juga!
- Matius 5:7
- Matius 5:7
Hari ini kita akan mulai membahas ajaran Yesus tentang hubungan kita dengan sesama. Bagaimana kita harus memperlakukan orang lain, menurut Yesus.
Pernahkah anda melakukan sesuatu untuk orang lain, yang merugikan anda?
Misalnya:
1. Sewaktu anda membayar untuk belanjaan, kasir memberi kembalian lebih. Anda langsung kembalikan kelebihan uang itu karena anda tau orang kasir itu akan di denda oleh boss nya.
2. Pas di jalan lagi menyetir mobil, tukang bajai atau orang gojek, atau supir taksi, tidak sengaja menyenggol dan membaret mobil anda. Mereka langsung meminta maaf akan kesalahan mereka. Apakah anda memaafkan mereka? Atau anda memaksa mereka untuk membayar ganti rugi, walaupun anda tau bahwa mereka tidak mampu bayar?
3. Rekan kantor anda yang anda benci, menghadapi kesulitan dalam pekerjaannya. Dan anda mendapat informasi baru yang bisa membantu rekan kantor anda. Apakah anda pura-pura tidak tau? Atau anda membagi informasi itu kepada dia?
Di jaman sekarang, kalau kita berbuat baik kepada orang, kita akan diinjak. Kita akan diejek kalau kita berbuat tindakan yang lain dari orang lain. Mari kita baca ayat berikut ini. Bagaimana kita harus bertindak di situasi seperti diatas.
Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: jangan membalas dendam terhadap orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya kalau orang menampar pipi kananmu, biarkanlah dia menampar pipi kirimu juga. Dan jikalau orang mengadukan kalian kepada hakim dan menuntut bajumu, berikanlah kepadanya jubahmu juga. Kalau seorang penguasa memaksa kalian memikul barangnya sejauh satu kilometer, pikullah sejauh dua kilometer.
- 1 Petrus 1:15 -
Sebaliknya, hendaklah kalian suci dalam segala sesuatu yang kalian lakukan, sama seperti Allah yang memanggil kalian itu suci.
Apa maksudnya dengan "suci"? Suci maksudnya dipisahkan dari duniawi. Kita yang sudah dibaptis, mengambil keputusan untuk hidup suci. Berarti kita mengambil komitmen untuk menjalankan hidup ini dengan cara yang tidak umum. Jika orang menyuruh kamu "Jangan maafkan dia!", kamu harus memaafkan. Jika orang menyuruh kamu "Jangan nyumbang ke orang miskin, mereka gak layak!", sumbanglah atau bantulah orang yang miskin.
Satu cerita yang dapat menjelaskan ayat Matius 5:7 dengan sempurna, berada di Lukas 10:30-35. Saya yakin anda pernah membaca cerita tentang Orang Samaria yang baik hati.
Yesus menjawab, “Ada seorang laki-laki turun dari Yerusalem ke Yerikho. Di tengah jalan ia diserang perampok, dirampas segala yang dimilikinya, dipukul setengah mati, lalu ditinggalkan tergeletak di jalan dengan luka parah. 31Kebetulan seorang imam berjalan juga di jalan itu. Ketika dilihatnya orang itu, ia menyingkir ke seberang jalan, lalu berjalan terus. 32Begitu juga dengan seorang Lewi yang berjalan di situ; ketika dilihatnya orang itu, ia mendekatinya untuk mengamatinya. Tetapi ia pun menyingkir ke seberang jalan, lalu berjalan terus. 33Tetapi kemudian seorang Samaria yang sedang bepergian, lewat juga di situ. Ketika dilihatnya orang itu, sangat terharu hatinya karena kasihan. 34Maka didekatinya orang itu lalu membersihkan luka-lukanya dengan anggur dan mengobatinya dengan minyak, kemudian membalut luka-luka itu. Sesudah itu, ia menaikkan orang itu ke atas keledainya sendiri, lalu membawanya ke sebuah losmen dan merawatnya. 35Keesokan harinya ia mengambil dua keping uang perak dan memberikannya kepada pemilik losmen itu serta berkata, ‘Rawatlah dia, dan kalau ada ongkos-ongkos lain, akan saya bayar nanti apabila saya kembali ke mari.’ ”
Saya yakin anda setuju dengan pendapat saya bahwa mengikuti ajaran Yesus itu, IMPOSSIBLE. Tapi kita telah diberikan Roh Kudus yang mendampingi dan membimbing kita untuk menjadi lebih seperti Yesus.
DOA
Ya Tuhan, saya berterima kasih atas Roh Kudus yang telah Engkau utuskan untuk membimbing saya. Saya mohon kepadaMu, berikanlah saya keberanian untuk berbuat tindakan yang sesuai dengan ajaran Mu. Seperti Engkau yang sudah memaafkan dan mengasihani saya yang telah berbuat banyak dosa ini, berikanlah saya kerendahan hati supaya saya juga bisa memaafkan dan mengasihani orang lain. Di dalam Nama Tuhan Yesus, saya berdoa. Amin.
Jika Tuhan sudah mengampuni kita berkali kali, kita tidak ada hak untuk tidak mengampuni orang lain.
Tambahan :
Saya berterima kasih kepada mama saya karena dia sudah menunjukkan kelainan arti "Mengasihani" dan "mengampuni". Di skenario diatas, saya ada beri contoh skenario tentang orang yang memaafkan orang lain setelah membaret mobil. Sebenarnya, contoh "mengasihani" yang betul adalah contoh nomor 1 dan 3. Tetapi, setelah saya pikir-pikir, saya tidak akan menghapus contoh nomor 2. Karena, aksi memaafkan orang lain bisa terjadi karena rasa kasihan kita terhadap orang yang bersalah kepada kita.
Comments
Post a Comment